Loading...
DHASAM.co id - Batu Bara
Forum Kepala dan Komite Sekolah (FK2S) kabupaten Batu Bara tengah mempersiapkan langkah Strategis mengajukan Audiensi kepada Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian SH. M.Si. Pada pertemuan tersebut akan membahas usulan pembangunan �Jalan Pelajar� sepanjang 550 meter sebagai solusi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur utama menuju sekolah, Selasa (19/08/2025).
Menurut Ketua FK2S Drs. Ramlan Muhammad Santoso bahwa, keberadaan jalan alternatif khusus pelajar sudah sangat mendesak untuk segera diwujudkan.
�Kami menilai pembangunan jalan pelajar sepanjang 550 meter ini akan menjadi solusi tepat. Jalan pelajar ini nantinya menghubungkan kawasan sekolah lewat jalur belakang, sehingga anak-anak tidak lagi harus melewati jalan raya yang padat,� ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Batu Bara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag.,MM, yang menjadi tuan rumah pertemuan itu. Dirinya menegaskan bahwa persoalan lalu lintas bagi pelajar tidak bisa diabaikan terlalu lama, karena dapat berpengaruh terhadap ketertiban dan kelancaran proses pendidikan.
�Sering kali siswa terlambat masuk kelas karena terjebak macet. Bahkan ada orang tua yang khawatir melepas anaknya sekolah karena harus melintasi jalan raya yang ramai kendaraan,� bebernya.
Masyarakat sekitar sekolahpun turut memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Dengan adanya jalan pelajar, bukan hanya siswa yang terbantu, tetapi juga pengguna jalan raya lain karena arus lalu lintas akan lebih lancar.
�Kami sangat mendukung. Semoga pemerintah daerah segera mengabulkan usulan ini demi kepentingan bersama,� tutur salah seorang tokoh masyarakat.
Forum Kepala dan Komite Sekolah berencana secepatnya berkirim surat resmi meminta audiensi dengan Bupati Batu Bara dalam waktu dekat. FK2S Batu Bara berharap, mendapat respon positif dan masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur daerah. Dengan terealisasinya pembangunan jalan pelajar tersebut nantinya, diharapkan tidak hanya mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh pelajar di wilayah Batu Bara.
(Dharma Samosir)