• Loading...

Pengerjaan Puskesmas Milyaran Rupiah Di Desa Sayur Matinggi Seperti Tidak Sesuai Spesifikasi Bangunan.

DHASAM.co id - Simalungun

Pengerjaan bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Desa / Nagori Sayur Matinggi, kecamatan Ujung Padang, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, seperti tidak sesuai Spesifikasi bangunan. Pasalnya, rekanan pelaksana bangunan diduga sengaja menggunakan Mesin Molen berukuran kecil untuk mengaduk material pasir dan semen bangunan puskesmas bernilai milyaran rupiah itu.

Bangunan puskesmas di kecamatan ujung padang berbiaya sebesar Rp. 7.173.781.666.00, tersebut, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025, dilaksanakan oleh PT. Rapha Falita Mora dan konsultan pengawas CV. Laura konsultan. Sedangkan PT. Artek Utama sebagai konsultan perencana, dilaksanakan dengan nomor kontrak 152 PPK - Fisik TC/S - PERJ/PPSM/2025, dengan waktu pelaksanaan 110 hari kalender.

Sebelumnya dikabarkan, bahwa pihak rekanan melarang wartawan memasuki dan meliput lokasi bangunan. Untuk menutupi kekurangan dan ketidak sesuaian bangunan, pihak rekanan diduga sengaja melarang wartawan yang masuk lokasi dan meliput pelaksanaan bangunan puskesmas terbesar di simalungun itu.

Seiring kedatangan Bupati Simalungun DR.H Anton Achmad Saragih dan rombongan dilokasi bangunan pada (Senin, 06/10/2025), awak media menyaksikan keberadaan 1 unit mesin molen kecil pengaduk material bangunan puskesmas. Penggunaan molen kecil pada bangunan bernilai milyaran rupiah tersebut, dinilai merusak mutu dan kualitas bangunan.

Sementara warga sekitar yang enggan disebutkan namanya oleh media ini mengungkapkan, bahwa sejak awal pengerjaan, pengadukan material bangunan puskesmas nagori sayur matinggi hanya menggunakan mesin molen kecil.

" Sejak awal saya liat, rekanan bangunan puskesmas ini cuma memakai mesin molen kecil untuk mengaduk semen, pasir dan batu pecah. Sangat di sayangkan sich, bangunan senilai 7 milyar lebih cuma memakai molen kecil, kesannya diragukan kualitasnya," ungkap warga itu.

Selain itu warga menilai, salah satu penyebab tidak berkualitas dan buruknya mutu bangunan puskesmas sayur matinggi, adalah jarangnya konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hadir di lokasi bangunan.

" PPK dan konsultan pengawas jarang datang ke lokasi. Saat bupati Anton Achmad Saragih datang meninjau bangunan, mereka gak ada yang datang," sebut warga.

Menurut warga sekitar, pihak rekanan terkesan sengaja melarang para wartawan memasuki lokasi bangunan, karena takut kelemahan dan kekurangan bangunan diketahui publik. Penggunaan dana alokasi khusus seperti tidak efektif karena bangunan yang tidak berkualitas hingga berdampak pada kerugian penggunaan keuangan negara dan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Warga berharap, pemkab simalungun dan pihak terkait lainnya bersikap tegas dan lebih aktif melakukan pengawasan dan teguran kepada rekanan untuk memastikan semua material dan pelaksanaan sesuai spesifikasi bangunan.

Hingga rilis berita ini sampai di meja Redaksi DHASAM.co id, pada Rabu (15/10/2025), Kadis Kesehatan simalungun Edwin Tony SM Simanjuntak belum dapat di konfirmasi, terkait dugaan buruknya kualitas bangunan puskesmas sayur matinggi, kecamatan ujung padang.

(Dharma Samosir)

Iklan