Loading...
DHASAM.co id - Simalungun
Dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh Manager PTPN IV Unit Kebun Padang Matinggi, Suheri kian jadi perhatian publik setelah ketiga orang korban yang merupakan karyawannya membuat laporan di Polsek Bosar Maligas, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada, Selasa (25/11/2025).
Sebelumnya, korban Kamsiarto, yang merupakan Mandor 1 Afdeling V dan dua orang petugas pengamanan kebun (provider) Rian dan Gunawan mengaku, telah mengalami tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh pimpinannya saat ketiganya sedang menjalankan tugas pengamanan tandan buah segar (TBS) pada (Senin, 24/12/2025) malam sekira pukul 00.00 Wib.
Tak ayal, peristiwa pemukulan yang dilakukan oknum manager PTPN IV unit kebun PDM tersebut, menyebar dan menjadi berita Head line di berbagai media lokal.
Sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan bernomor : STPL/B/227/XI/2025/SPKT/Polsek Bosar Maligas/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara, Kamsiarto telah melaporkan aksi kekerasan tersebut dengan dasar Pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan. Dijelaskan korban pada laporan itu, bahwa dirinya dan dua rekannya telah dipukul di bagian pipi kanan oleh manager PTPN IV PDM, suheri.
Mandor 1 afdeling V Kamsiarto mengatakan bahwa dirinya dan kedua rekannya sedang mengamankan tandan buah segar hasil panen dari perumahan karyawan yang berjarak sekira 50 meter dari lokasi tempat pengumpulan hasil (TPH) saat hujan turun.
Tanpa alasan yang jelas, Suheri datang dan langsung memarahi para pekerja hingga teguran berubah menjadi tindakan pemukulan di wajah ketiganya.
Sementara Kepala Desa Aek Ger-Ger, Waridi saat di temui dikantornya membenarkan bahwa kasus pemukulan itu telah dilaporkan oleh korban ke pihak kepolisian.
Warga sekitar menilai bahwa tindakan manajer kebun tersebut telah mencoreng PTPN IV yang bernaung di bawah Bendera Kementerian BUMN Republik Indonesia.
Sementara General Manager Distrik PTPN IV, Raja Suwandi Purba saat di konfirmasi terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh manager PDM, suheri kepada bawahannya, belum bersedia memberikan jawaban.
(Dharma Samosir)