• Loading...

Pengerasan Jalan Di Kebun PTPN IV Regional II Dosin Seperti Tidak Berkualitas .

DHASAM.co id - Simalungun

Pengerjaan jalan di areal Afdeling 3 kebun PTPN IV Regional II Dolok Sinumbah (Dosin) kecamatan Hutabayu raja, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, seperti tidak sesuai standard spesifikasi teknis dan berpotensi membuat jalan cepat rusak saat dilalui truk bermuatan berat. Pasalnya, terlihat dilokasi pada, Kamis (12/02/2026) persentase penggunaan tanah tampak lebih besar dibandingkan material batu petrun.

Proyek jalan itu sempat jadi sorotan karena diduga menggunakan material batu gunung jenis petrun atau pitrun rapuh, yang tidak berkualitas. Apalagi penggunaan batu petrun yang dicampur dengan tanah untuk pengerasan jalan perkebunan, seringkali dinilai tidak tahan lama dibandingkan material batu belah yang sesuai standar.

Beberapa poin - poin terkait dugaan pekerjaan jalan yang tidak sesuai spesifikasi diantaranya adalah :

- Penggunaan material petrun rapuh ditutup dengan tanah yang persentasenya lebih besar di ketimbang batunya.

- Sebagian besar material petrun rapuh akan menjadi pecahan kecil dan abu saat di padatkan, hingga mudah menjadi lumpur saat jalan dilalui oleh truk di musim penghujan.

- Jalan yang diperbaiki akan cepat rusak kembali, terutama saat dilintasi truk bermuatan berat, hingga akan menghambat pengangkutan hasil panen sawit.

Informasi yang didapatkan media ini bahwa proyek jalan afdeling 3 kebun dosin dilaksanakan oleh Vendor dari kecamatan Ujung Padang. Disebut - sebut, proyek jalan itu milik anggota DPRD simalungun dari partai Golongan Karya (Golkar) yang kerap melaksanakan proyek - proyek besar di PTPN IV sumatera utara. Mirisnya, beberapa proyek yang ditanganinya diduga kerap bermasalah.

Manajemen PTPN IV regional II Sumut diharapkan melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan material yang digunakan memenuhi standard teknis atau memiliki sifat kekerasan. Melakukan peninjauan ulang kontraktor yang mengerjakan proyek pengerasan jalan dan memastikan kontraktor memperbaiki bagian jalan yang menggunakan material tidak sesuai.

Menurut seorang karyawan afdeling 3 yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui dilokasi, bahwa material batu gunung yang digunakan seperti ecek- ecek.

" Kayak proyek jalan ecek - ecek aja, pak. Batu petrunnya gak nampak, yang nampak cuman abu sama tanah, tiga bulan hancur jalan ini, apalagi kenak hujan," sebutnya.

Hingga diterbitkannya rilis berita ini, Manager kebun dosin belum dapat dikonfirmasi atau memberikan keterangan kepada media ini, terkait pelaksanaan pengerasan jalan akses panen sawit afdeling 3 diduga tidak sesuai Spek.

(Tim Red)

Iklan