• Loading...

Kelalaian K3 Di PT. Sheel Oil Indonesia KEK Sei Mangkei, Diduga Penyebab Nyawa Pekerja Melayang .

DHASAM.co id - Simalungun

Kematian pekerja kembali mengguncang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Seorang warga Inderapura, Batu Bara yang bekerja dibagian Boiler PT. Sheel Oil Indonesia melalui PT. Adya Cemerlang Hervivy (ACH) meninggal dunia, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan kerja tragis dilokasi kerja.

Peristiwa naas itu terjadi pada (Jumat, 13/03/2026) sekira pukul 14.30 Wib, saat korban tengah bekerja di area boiler, salah satu titik kerja paling beresiko di lingkungan industri. Dalam kondisi luka parah, korban dilarikan ke Rumah Sakit Karya Husada kota Perdagangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kabar kematian Ahyar pada, Sabtu (14/03/2026), bukan sekadar kabar duka. Bagi banyak pihak, kecelakaan kerja yang menimpanya adalah alarm keras yang memperlihatkan betapa rapuhnya perlindungan keselamatan pekerja di kawasan industri sei mangkei.

Tragedi naas itu spontan memunculkan dugaan kuat bahwa standard Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan, tidak dijalankan secara maksimal. Pertanyaan keras pun menggema dilingkungan KEK sei mangkei, terkait apakah pekerja benar - benar telah dilengkapi perlindungan keselamatan yang layak, atau hanya sekadar dokumen formalitas.

Jika fakta dilapangan membuktikan telah terjadi kelalaian, maka perusahaan maupun vendor bisa dijerat secara hukum berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja Indonesia dan Undang-Undang Ketenagakerjaan Indonesia, yang secara tegas mewajibkan perusahaan menjamin keselamatan para pekerjanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Forum Wartawan Industri KEK sei mangkei mendesak keras agar Dinas Tenaga Kerja kabupaten simalungun dan provinsi sumatera utara serta pengawas K3, hingga aparat penegak hukum, turun langsung melakukan investigasi menyeluruh di lingkungan perusahaan itu. Seluruh wartawan yang tergabung dalam Forwari KEK sei mangkei meminta agar kasus tersebut tidak hanya berhenti pada ucapan belasungkawa. Sangat diperlukan ketegasan dalam penegakan hukum, karena satu kenyataan pahit tak bisa disangkal lagi seorang pekerja telah kehilangan nyawanya saat mencari nafkah.

"Peristiwa ini jangan sampai menjadi tragedi yang dilupakan. Jika keselamatan kerja diabaikan, maka tragedi serupa hanya tinggal menunggu waktu, dan kematian seorang pekerja cuma menjadi cerita singkat yang hilang ditelan kesibukan industri," ungkap Dharma Samosir.

Ditegaskan pria Batak berdarah Samosir itu, bahwa masyarakat kini sedang menunggu keberanian pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus kecelakaan kerja di KEK sei mangkei sampai ke akar - akarnya.

"Satu hal yang pasti nyawa pekerja tidak boleh diperlakukan seperti angka di laporan produksi. Peristiwa ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi seluruh perusahaan di kawasan industri KEK sei mangkei, tentang perlunya penegasan pelaksanaan K3 dilakukan bagi seluruh pekerja," tandas Samosir.

Hingga diterbitkannya berita ini oleh redaksi Dhasam.co id, Management PT. Sheel Oil Indonesia KEK sei mangkei belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi.

(Tim Red)

Iklan