• Loading...

Perkuat Eksistensi Songket Batu Bara di Kancah Dunia, Bupati Tinjau Kampung Tenun Tonun

DHASAM.co id - Batu Bara

Sebagai bentuk komitmen memperkuat eksistensi dan memperkenalkan songket Batu Bara menjadi salah satu identitas budaya unggulan, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian S.H., M.Si., mengajak Bendahara Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara, Meriyawaty Amelia Prasetio, berkunjung ke Kampung Tenun Tonun di Desa Pematang Genting, kecamatan Talawi pada, Senin (30/03/2026).

Kunjungan itu turut didampingi oleh Asisten II Setdakab Batu Bara, Kepala Badan Kesbangpol, kepala Bapenda, kepala Dinas Perkim LH, serta kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan.

Pada kesempatan tersebut, bupati Batu Bara menegaskan komitmennya mendukung pelestarian sekaligus pengembangan tenun khas daerah sebagai salah satu identitas budaya unggulan kabupaten Batu Bara. Kampung tenun tonun sendiri dikenal sebagai sentra produksi kain songket kebanggaan masyarakat Batu Bara.

Bupati Baharuddin menyampaikan bahwa kain songket Batu Bara kini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Hal itu dibuktikan dengan tampilnya songket Batu Bara pada ajang bergengsi Paris Fashion Week, yang diperkenalkan oleh desainer ternama Didit Hediprasetyo sebagai bagian dari promosi kekayaan budaya Indonesia ke dunia.

Keindahan tenun Batu Bara tidak terlepas dari proses pembuatannya yang masih mempertahankan teknik tradisional. Para pengrajin menggunakan alat tenun yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Untuk menghasilkan satu helai kain songket, dibutuhkan waktu sekitar lima hingga enam hari, tergantung tingkat kerumitan motif.

Pada kunjungan tersebut, Ibu Ain turut mencoba secara langsung proses menenun bersama para pengrajin. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap proses pembuatan kain songket yang penuh ketelitian.

" Ternyata tidak mudah untuk menenun, dibutuhkan kesabaran yang tinggi," ungkapnya.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadikan kampung tenun tonun semakin dikenal luas dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan para pengrajinnya, sekaligus memperkuat posisi tenun Batu Bara sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi di kancah global.

(Dharma Samosir)

Iklan