Loading...
DHASAM.co id - Simalungun
Ratusan hektar tanaman menghasilkan kelapa sawit di Afdeling 1 hingga 5 PTPN IV Regional II, Unit Kebun Mayang, terlantar tanpa pemeliharaan pruning sama sekali. Padahal, pruning merupakan perawatan krusial yang wajib dilakukan untuk menjaga produktivitas tanaman tetap optimal dan mencegah penurunan hasil panen.
Pantauan Dhasam.co id di lapangan pada, Sabtu (04/04/2026) mengungkap kondisi memprihatinkan. Rumpun - rumpun sawit menjulang liar tanpa pemangkasan rutin di sebagian besar lahan, sementara pruning diduga hanya dilakukan secara asal - asalan di kanan dan kiri jalan seperti sekadar "cuci muka" menutupi kelalaian. Hal itu berpotensi merusak struktur tanaman secara keseluruhan dan mengurangi produksi hingga puluhan persen.
Manajemen PTPN IV kebun mayang, kecamatan Bosar Maligas, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terindikasi sengaja mengabaikan anggaran pruning yang telah dialokasikan, hingga memicu kecurigaan kuat adanya korupsi dana perawatan tersebut.
Kerugian finansial akibat kelalaian ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan penurunan produksi sawit yang bisa rugikan pendapatan negara hingga Rp. 5 - 10 miliar per tahun dari lahan terdampak.
"Pemangkasan hanya di pinggir jalan untuk gaya-gayaan, sisanya dibiarkan mati. Ini penggelapan anggaran murni yang merugikan negara," tegas seorang sumber internal yang enggan disebut namanya.
Kondisi tersebut bukan hanya merusak produktivitas, tapi juga membuka peluang penyalahgunaan anggaran miliaran rupiah untuk proyek pemeliharaan sawit. Pengamat perkebunan menilai, praktik "cuci muka" ini merupakan korupsi terstruktur yang harus segera diselidiki KPK atau Polri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PTPN IV regional II unit kebun mayang belum memberikan konfirmasi resmi. Masyarakat menuntut transparansi penuh atas pengelolaan anggaran pruning di kebun mayang.
(Dharma Samosir)