• Loading...

Ratusan KG Hingga Satu Ton Berat TBS Hilang Per Truk, Kinerja Manajemen PKS Gunung Bayu Dikritik Tajam

DHASAM.CO ID - SIMALUNGUN

Sejumlah sopir truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) dari Unit Kebun Gunung Bayu melayangkan keluhan keras terhadap praktik penimbangan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) gunung bayu kecamatan Bosar Maligas, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pasalnya, setiap kali membawa hasil panen dari unit kebun, berat yang tercatat di timbangan pabrik selalu lebih ringan dibanding perhitungan saat buah dimuat kedalam truk, dengan selisih mencapai 500 kilogram hingga 1 ton per kendaraan dalam setiap perjalanan.

Kehilangan itu bukan angka yang sedikit. Jika dihitung kasar, setiap afdeling rata-rata mengirimkan 4 truk TBS per hari, sedangkan unit kebun gunung bayu memiliki 9 afdeling. Artinya, dalam satu hari total berat buah yang menghilang bisa mencapai puluhan ton, dan kerugian ini terus berulang setiap hari tanpa ada kejelasan penyebabnya.

"Bayangkan hitungannya, kami sopir dan pemanenlah yang paling dirugikan setiap hari. Padahal sebelum diangkut, kerani produksi setiap afdeling telah menghitung jumlah tandan dan mengalikannya dengan ukuran berat standar atau komedil. Hasilnya pasti pas, tapi begitu sampai timbangan pabrik angkanya berkurang terus-menerus," ungkap seorang sopir dengan nada kecewa pada media ini.

Fakta tersebut memicu kecurigaan mendalam dari berbagai pihak, termasuk pemerhati perkebunan. Mereka menduga kuat adanya permainan terselubung yang melibatkan oknum tertentu, di mana sebagian buah sawit tersebut digelapkan dan diserahkan kepada pihak ketiga atau pemegang Surat Pengantar (SP) lain yang memiliki akses masuk ke lingkungan pabrik.

Kondisi itu menyoroti buruknya pengawasan dan kinerja Manajer serta Masinis Kepala (Maskep) yang seharusnya menjamin transparansi dan keadilan dalam proses penerimaan buah. Jika perhitungan di kebun sudah akurat namun hasil timbangan di pabrik selalu berbeda, berarti ada celah kelemahan sistem yang sengaja dibiarkan atau bahkan dimanfaatkan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Selain merugikan para sopir dan pemanen di lapangan, praktik itu juga mencoreng nama baik perusahaan. Manajemen dinilai tidak serius menindaklanjuti keluhan yang sudah disampaikan berulang kali, seolah-olah membiarkan kebocoran terus terjadi tanpa upaya pembenahan yang nyata.

Para sopir berharap agar jajaran Dirut PTPN IV segera membentuk tim untuk melakukan audit internal dan mengusut tuntas dugaan penyelewengan tersebut. Manajer dan maskep PKS diminta bertanggung jawab, serta menjelaskan dugaan hilangnya puluhan ton berat TBS unit kebun gunung bayu setiap harinya.

Saat dikonfirmasi di area kantornya pada Senin (20/07/2026), Masinis Kepala (Maskep) PKS gunung bayu Hamdani Damanik mengatakan tidak ada pemotongan ditimbangan pabrik kelapa sawit.

" Gak pernah kami pegang timbangan karena itu di segel, gak berani kami pegangnya. Begitu kira-kira ada keluhan baru kami panggil teknisi, kami panggil metereologi," jelas Hamdani.

Sementara sebelumnya, via layanan Whatsapp Manajer PKS Rahyumi Arsa mengatakan tidak ada pemotongan sampah dan kotoran sawit di timbangan.

"Malam bg. Sejak dulu tidak ada yg namanya pemotongan sampah dan kotoran,"balasnya.

Hingga diterbitkannya rilis berita ini, Redaksi DHASAM.co id. masih menunggu pihak terkait memberikan hak jawab lebih lanjut.

(Dharma Samosir)

Iklan