Loading...
DHASAM.co id - Simalungun - Pelaksanaan pembangunan proyek Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di Desa/Nagori Purba Ganda, kecamatan Pematang Bandar, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan tajam sejumlah pihak. Proyek yang diduga menelan biaya hingga milyaran rupiah itu dinilai mencurigakan karena dikerjakan tanpa terlihat adanya papan proyek atau papan keterangan anggaran yang seharusnya terpasang di lokasi pekerjaan.
Ketidakhadiran papan proyek itu membuat masyarakat sulit mengetahui rincian anggaran, pelaksana pekerjaan, serta jangka waktu penyelesaian proyek. Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan mengapa identitas proyek tidak dipublikasikan sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Selain tidak menggunakan papan proyek, kualitas pembangunan juga dipertanyakan. Pantauan media ini di lokasi menunjukkan sebagian bangunan menggunakan batu bekas dari bangunan lama yang kondisinya sudah tidak diketahui kekuatannya. Penggunaan material sisa ini dikhawatirkan dapat menurunkan ketahanan struktur bangunan dalam jangka panjang.
Kualitas pekerjaan juga dinilai tidak memenuhi standar teknis. Campuran bahan antara semen dan pasir terlihat tidak seimbang atau tidak berbanding sebagaimana ketentuan pembangunan yang benar. Hingga memicu kekhawatiran masyarakat bahwa bangunan itu tidak akan kuat dan tidak bertahan lama.
Komposisi material yang tidak sesuai terlihat jelas dari tampilan permukaan struktur yang tidak padat dan kurang kokoh. Para pengamat pembangunan yang enggan disebutkan namanya menegaskan rasio campuran semen dan pasir yang tepat sangat penting untuk menjamin kekuatan serta daya tahan bangunan saluran tersebut terhadap arus air dan tekanan tanah.
Aspek keselamatan kerja di lokasi proyek juga terabaikan. Saat dilakukan pengamatan, pada Senin (14/09/2026), terlihat para pekerja sedang melakukan aktivitas pembangunan tanpa mengenakan alat pelindung diri atau pengaman keselamatan kerja yang layak.
Tidak digunakannya helm, sepatu pengaman, maupun perlindungan lainnya menempatkan para pekerja pada resiko kecelakaan yang sewaktu - waktu dapat terjadi. Hal ini juga diduga melanggar ketentuan norma keselamatan dan kesehatan kerja yang wajib dipatuhi dalam setiap pelaksanaan proyek pembangunan.
Hingga saat ini, belum ada pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut yang bersedia memberikan penjelasan terkait sejumlah kejanggalan yang ditemukan di lapangan. Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan peninjauan langsung, memeriksa kelayakan proyek, serta menindaklanjuti temuan-temuan tersebut demi menjaga transparansi dan kualitas pembangunan di daerah.
(Red DHASAM.co id)
�